Skip to main content

APA YANG KITA CARI?


Pernah tak terfikir,

apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup?

ada yang sibuk menjalani hari-hari dengan segala tugasnya,

ada yang hura-hura mencari kesenangan,

bahkan ada yang hanya duduk menikmati setiap hari yang berlalu

dan menanti kesenangan dan harapan yang ia angan-angankan setiap hari.


apa yang kita cari?

mungkin soalan ini hanya akan dibisikkan hati

saat tiba-tiba ia terasa kosong.

hidup menjadi hampa.

tiba-tiba kecewa.

seakan baru tersadar dari mimpi yang panjang.

akhirnya melihat realita dengan terpinga-pinga.

lalu tertanya, 

apa yang sebenarnya kita cari?


apapun itu,

Sebenarnya..

kita hanya sedang tertanya apa yang akan kita dapat di dunia.

tapi lupa, sebenarnya kita hidup untuk akhirat.

kita hanya sedang sama-sama berusaha.

merangkak dan tertatih dari jalan yang berbeda 

memburu bekal untuk dibawa menuju kematian dan hidup yang hakiki.

kita hanya sedang berusaha mempersiapkan,

hidup seperti apa yang kita inginkan di negeri kekal sana?


ini bukan kata-kata baru.

juga bukan buah fikiran baru.

kita semua tau, cuma kadang lupa

karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.

pagi ke siang. siang ke malam.


bila hidup mulai terasa hampa

atau mungkin sedikit lari dari sesuatu yang kita inginkan,

luangkan sedikit waktu untuk muhasabah.

kenapa kita perlu kecewa dengan takdir dunia?

sedangkan yang kita cari bukanlah nikmat dunia.

tujuan kita bukan hanya angan-angan 

atau segala plan yang kita susun hari ke hari.

jangan mudah kecewa,

kita ada tujuan yang lebih besar dari angan-angan dunia.


mungkin juga kita selalu mendengar,

'dengan mengingat Allah hati menjadi tenang'.

tapi cuba fikir,

pernahkah kita betul-betul merasakan ketenangan sebenarnya saat mengingat Allah?

atau kita hanya merintih saat jalan hidup terasa susah dan buntu?

selalu juga terbayang, 

bagaimana kehidupan mereka yang hidupnya telah betul-betul kerana Allah

bagaimana rasanya ketenangan itu?


kalau anda juga baru tertanya,

maknanya anda baru sedar dari kesibukan yang fana.


Jangan tinggalkan Allah walau sehari

kalau kita ingin merasakan ketenangan sebenarnya selama berjalan menuju tujuan besar kita.

nasehat terakhir,

berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain.

dan mulai SYUKURI apa yang Allah aturkan dalam kehidupan kita.

kedua, SABAR, sabar, dan sabar, 

sesusah apapun itu,

ingat, perjuangan luar biasa kita untuk bersabar pasti di hargai Allah.


والله أعلم

10.10.20

-mnl










Comments

Popular posts from this blog

DUA JIWA DALAM SATU RAGA

Dunia selalu mengelirukan mana yang betul dan mana yang salah keinginan menjalani hidup dengan baik berkobar-kobar tapi jiwa yang lain menuntut kesenangan. Menjadi optimis dan pesimis dalam waktu yang sama, rasanya seperti dua jiwa  yang bergelut dalam satu raga setiap satu langkah harus difikirkan baik buruknya hingga akhirnya jiwa mengalah dan memilih persembunyiannya. Sekarang pilihannya bukan betul atau salahnya. tapi mau berdiri terpaku atau maju ke depan. mencari yang betul dan mengharungi yang salah atau jatuh dalam kesalahan selama-lamanya? -mnl  

Mari Mulai Lagi!

Deruan ombak menyapa lembut telingaku seakan memanggil menawarkan peluknya matahari perlahan tenggelam, aku terpukau  seakan mendengar pamitnya bahwa ia akan kembali. aku rindu rumah ini.. rumah yang selalu menjadi saksi cerita-cerita yang aku lemparkan tanpa suara yang selalu menjadi teman saat aku bahagia bahkan saat tidak. namun hari ini terasa berbeda.. karna aku tidak datang dengan cerita bisuku karna aku tidak datang dengan tawa ceriaku. aku rindu rumah ini.. rumah yang tenang dan indah yang selalu menyambutku dengan segala nyanyian yang ia punya namun hari ini terasa sangat berbeda.. rasanya aku disambut hangat dengan segala salahku rasanya aku diterima kembali dengan segala cacat dan kekuranganku rasanya aku dipeluk erat dengan segala kekacauanku baiknya Tuhan padaku.. dengan beribu kesempatan aku selalu disambut-Nya lagi dan lagi.. Hampa.. hari yang telah banyak kulalui tiba-tiba terasa sangat berat jalan yang telah panjang kutempuh tiba-tiba terasa sesat cerita yang sudah...