Dunia selalu mengelirukan mana yang betul dan mana yang salah keinginan menjalani hidup dengan baik berkobar-kobar tapi jiwa yang lain menuntut kesenangan. Menjadi optimis dan pesimis dalam waktu yang sama, rasanya seperti dua jiwa yang bergelut dalam satu raga setiap satu langkah harus difikirkan baik buruknya hingga akhirnya jiwa mengalah dan memilih persembunyiannya. Sekarang pilihannya bukan betul atau salahnya. tapi mau berdiri terpaku atau maju ke depan. mencari yang betul dan mengharungi yang salah atau jatuh dalam kesalahan selama-lamanya? -mnl
"Indeed, Allah doesn't fail in his promise." [3:9]