Skip to main content

DUA JIWA DALAM SATU RAGA



Dunia selalu mengelirukan
mana yang betul dan mana yang salah
keinginan menjalani hidup dengan baik berkobar-kobar
tapi jiwa yang lain menuntut kesenangan.

Menjadi optimis dan pesimis dalam waktu yang sama,
rasanya seperti dua jiwa 
yang bergelut dalam satu raga
setiap satu langkah harus difikirkan baik buruknya
hingga akhirnya
jiwa mengalah dan memilih persembunyiannya.

Sekarang pilihannya bukan betul atau salahnya.
tapi mau berdiri terpaku atau maju ke depan.
mencari yang betul dan mengharungi yang salah
atau jatuh dalam kesalahan selama-lamanya?

-mnl





 

Comments

Popular posts from this blog

Mari Mulai Lagi!

Deruan ombak menyapa lembut telingaku seakan memanggil menawarkan peluknya matahari perlahan tenggelam, aku terpukau  seakan mendengar pamitnya bahwa ia akan kembali. aku rindu rumah ini.. rumah yang selalu menjadi saksi cerita-cerita yang aku lemparkan tanpa suara yang selalu menjadi teman saat aku bahagia bahkan saat tidak. namun hari ini terasa berbeda.. karna aku tidak datang dengan cerita bisuku karna aku tidak datang dengan tawa ceriaku. aku rindu rumah ini.. rumah yang tenang dan indah yang selalu menyambutku dengan segala nyanyian yang ia punya namun hari ini terasa sangat berbeda.. rasanya aku disambut hangat dengan segala salahku rasanya aku diterima kembali dengan segala cacat dan kekuranganku rasanya aku dipeluk erat dengan segala kekacauanku baiknya Tuhan padaku.. dengan beribu kesempatan aku selalu disambut-Nya lagi dan lagi.. Hampa.. hari yang telah banyak kulalui tiba-tiba terasa sangat berat jalan yang telah panjang kutempuh tiba-tiba terasa sesat cerita yang sudah...