Skip to main content

Mari Mulai Lagi!

Deruan ombak menyapa lembut telingaku
seakan memanggil menawarkan peluknya
matahari perlahan tenggelam, aku terpukau 
seakan mendengar pamitnya bahwa ia akan kembali.

aku rindu rumah ini..
rumah yang selalu menjadi saksi
cerita-cerita yang aku lemparkan tanpa suara
yang selalu menjadi teman saat aku bahagia bahkan saat tidak.
namun hari ini terasa berbeda..
karna aku tidak datang dengan cerita bisuku
karna aku tidak datang dengan tawa ceriaku.

aku rindu rumah ini..
rumah yang tenang dan indah
yang selalu menyambutku dengan segala nyanyian yang ia punya
namun hari ini terasa sangat berbeda..
rasanya aku disambut hangat dengan segala salahku
rasanya aku diterima kembali dengan segala cacat dan kekuranganku
rasanya aku dipeluk erat dengan segala kekacauanku
baiknya Tuhan padaku..
dengan beribu kesempatan aku selalu disambut-Nya lagi dan lagi..

Hampa..
hari yang telah banyak kulalui tiba-tiba terasa sangat berat
jalan yang telah panjang kutempuh tiba-tiba terasa sesat
cerita yang sudah kutulis tiba-tiba terhenti sesaat
akhirnya aku hanyut..
dalam kefanaan yang selalu ingin aku hindari
dalam hujatan yang selalu aku lontarkan tanpa fikir-fikir
dalam lautan lepas, sendirian..

hari ini aku dibujuk untuk kembali.

mari mulai lagi..
mengalah dan berhenti menyiksa diri
mari mulai lagi..
merelakan dan rawat luka ini lagi
mari mulai lagi..
mengatur langkah hari ini dengan usaha dan doa yang mengiringi
mari mulai lagi..
jangan berhenti, walau akhirnya bukan yang kamu ingini.
mari mulai lagi.. aku disini.

-mnl













Comments

Popular posts from this blog

DUA JIWA DALAM SATU RAGA

Dunia selalu mengelirukan mana yang betul dan mana yang salah keinginan menjalani hidup dengan baik berkobar-kobar tapi jiwa yang lain menuntut kesenangan. Menjadi optimis dan pesimis dalam waktu yang sama, rasanya seperti dua jiwa  yang bergelut dalam satu raga setiap satu langkah harus difikirkan baik buruknya hingga akhirnya jiwa mengalah dan memilih persembunyiannya. Sekarang pilihannya bukan betul atau salahnya. tapi mau berdiri terpaku atau maju ke depan. mencari yang betul dan mengharungi yang salah atau jatuh dalam kesalahan selama-lamanya? -mnl